Selasa, 30 September 2014

0217. BINATANG LIAR JUGA ADA GEMBALANYA :


Pohon besar di padang Sori Uttu memang tempat keberuntungan saya, malam ini berangkat berburu berdua kita berbagi tugas, pertama pak Iwan pegang senjata saya pegang shoklet. Sejak tanjakan Doro Toi ketemu beberapa binatang malan, ada babi diladang petani, ada musang dipinggir jalan, yg sering menipu burung hantu kecil matanya terang agak merah, dipandang dari jauh kita tdk dapat menebak ukurannya, kalau sudah dekat baru ketahuan bahwa itu cuma mata kecil dari burung hantu kecil.

Setelah liwat simpang Sori Utu masih menebar shoklet kekanan dan kiri jalan tapi tdk menemukan mata biru teduh, mendekati pohon besar saya berbisik, pak Iwan coba turun didalam sana pasti ada rusa yg sedang memakan rumput kucingan muda, "ah ngak mau", dia tdk memberi alasan, ahirnya senjata dan koplamp saya ambil alih, turun dari atas kap jeep dan mengusir babi2 hutan di semak2 pinggir jalan, bunyinya graak groook, mereka berlarian dan saya terus masuk kepadang alang2.

Kira 500 meter dari jalan saya arahkan koplam kesemak rumput kucingan, eee ada beberapa pasang mata dan senjata langsung saya arahkan kemata yg besar, sepasang mata yg  ber-gerak2 bagai gadis sedang berdansa salsa, ahirnya diam diposisi tinggi, rupanya rusa diam berdiri tegak melihat sinar koplamp.

Titik putih dari fisir depan senjata telah masuk dicelah v fisir belakang dan tepat berada diantara dua titih sinar biru teduh dari mata rusa, tarik nafas, tahan, praaak... Saya segera berlari mendekati buruan, ternyata rusa besar sedang sekarat tergeletak diatas semak rumput kucingan, karena masih ada rusa lain didekat sini, senjata saya kokang lagi, ujung laras senjata ditempel di pelipis rusa, praak, badan rusa terhentak sesaat dan diam, kemudian saya tinggal.

Koplamp diputar lagi keliling area rumput kucingan, ada mata lagi tapi agak jauh kearah dalam hutan, koplamp dimainkan tepat didepan kaki rusa sambil pelan2 jalan mendekati, kira2 jarak 30 meter jarak tembak ideal, laras senjata diangkat pelan, diarahkan ke-bayang2 mata rusa bersamaan dg arah sinar koplamp, titik putih fisir depan senjata masuk celah v fisir belakang dan tepat diantara dua titik sinar hijau teduh, tarik napaaas………….praaak. Kena, saya lari mengejar rusa yg jatuh tergeletah diatas semak rumput kucingan, kemudian berbalik kearah kendaraan dan berteriak, oooiiii……….sini, saya berteriak penuh kemenangan.

I Gde Jedreu datang disusul pak Abdarab, bawa ini, disana satu lagi sambil saya sendiri kembali ketempat rusa pertama tertembak tergeletak, namun sampai disana tdk menemukan rusa, keliling dicari barangkali salah tempat, ah jelas tadi disini, ini bekas jatuhnya, tapi rusa tetap tdk ada. Setelah bosan mencari ahirnya pulang, sampai dirumah rusa hasil buruan diurus sama pak Ilyas dan kawan2, tdk berapa lama sate daging rusa bakar terhidang.

Sambil nyabutin duri rumput kucingan dari betis dan kaki, saya melanjutkan keheranan tadi, bagaimana ya, rusa sudah tergeletak ditembak, sudah ditempel ditembak pelipisnya dan kelihatan terhentak diterjang peluru, kok bisa hilang. Apa ada orang kampung lewat situ, ah tdk mungkin, orang menjauh semua takut kena peluru nyasar, lantas kemana larinya itu rusa.

Pagi hari waktu lewat padang Sori Uttu lagi saya berhenti lagi di tempat semalam, masuk ketempat rusa tergeletak, memang kelihatan semak rumput kuciangan rebah dan ada bercak darah disitu, tapi rusa tetap tidak ada, ahirnya perjalanan diteruskan sampai ke Doro Sambi.

Disana jadi bahan cerita lagi tentang rusa tertembak yg hilang, kejelasan datang dari ketua kampung Doro Sambi, "bapak kasi tanda tdk waktu bapak meninggalkan rusa yg sudah tertembak itu", tdk, "ah itu, bapak tidak kasih tanda itu rusa, makanya dibawa lagi sama gembalanya", ah siapa yg genbalakan wong itu rusa liar, "e…bapak biar rusa liar tengah malam juga ada gembalanya",  masa,  iya.

Saya teringat ketika masih kecil dikampung, ber-ramai2 cari rumput utk pakan ternak, ditengah ladang ada baralak  tergeletak, orang pertama yg menemukan mengikatkan simpul diujung daun kelapa kering itu dan ditinggal, saya tanya kenapa, ini buat tanda supaya orang lain yg belakangan menemukan baralak ini mereka tahu sudah ada yg punya, dan mereka tdk akan ganggu. Begitu kira2 penjelasan bapak ketua kampung yg disambut manggut2.

3 komentar:

  1. Balasan
    1. Itu dulu pak thn 1972 di daerah Dompu Sumbawa besar, thn 1980 an saya terbang diatasnya lahan perburuan itu sdh jadi pemukiman transmigrasi.

      Hapus
  2. Sekarang mah, lahan perburuannya sdh jadi pemukiman penduduk, tdk ada lagi padang alang2 dan perladangan.

    BalasHapus