Rabu, 30 Juli 2014
0215. SEBAIKNYA TEPAT SASARAN :
Masih cerita perburuan dari atas truk, karena para pekerja dari Dompu mau pada libur, sore hari mereka sudah bersih-bersih dan siap pulang , namun truk yang akan mengantar masih narik semen dari Bima dan belum kembali, ditunggu ternyata malam baru datang, pekerja yang sudah bersih terpaksa bantu nurunkan semen biar cepet selesai, kotor lagi daah.
Sekalian pulang saya membawa perlenkapan berburu, senjata, peluru koplamp shoklet, semuanya dalam kantong Bick kecuali senjata yang dari tadi siang sudah dibersihkan dilumasi dan dipasang teleskoop baru, sudah dicoba menembak sasaran ternyata sangat titis .
Hari sudah jam 8 malam dan rombongan mulai berangkat meninggalkan Doro Sambi, lepas tanjakan Doro Toi ada perladangan penduduk sebelah kanan jalan, dan segera disapu dengan sinar shoklet 500 whaat, ada kerdipan mata yang sudah dikenal, kepala truk diketok supaya berhenti. Dua titik sinar biru teduh dan lincah dengan tarian khas, seperti sepasang permata jambrut tapi sangat jauh kira-kira 200 meter.
Ini ukuran mata rusa besar karena jarak antar matanya agak jarang dan memang biasanya diareal ini rusanya besar dan berpasangan, tapi ini bukan jarak tembak optimal. Saya turun dg berbekal koplamp mengendap, mendekati arah sepasang mata tadi, ternyata rusa sudah kabur menjauh kedalam hutan.
Perburuan dilanjutkan, ditempat lain yang biasa ditemukan mata tidak ditemukan, ahirnya sampai dipinggiran kampung Sori Uttu, sebelah kanan ada lapangan sepak bola, disini banyak tertangkap mata-mata, semua mata binatang malam, kalau kena sinar lampu akan memantulkan cahaya yang ber-beda-beda dan merupakan identitas binatang malam, seperti punya katepe saja, termasuk burung hantu.
Ada yang berwarna merah ber-kedip-kedip ooh itu mata kuda, ada yang agak biru gelap dan gerakannya lambat, berkelompok, itu mata kerbau, ada yang biru besar gerakannya agak lambat dan mendatar, itu mata sapi.
Shoklet diarahkan kesebalah kiri ada bekas ladang kecil berpagar, alang-alangnya sudah tinggi disampingnya ada SD Impres, ada sepasang mata biru didalam kelebatan alang-alang kemudian naik keatas menengadah dan terlihat kepala rusa diantara ujug ilalang, kepala truk diketok dan berhenti stasioner.
Shoklet dimatikan diganti dg sinar koplamp, di-putar-putar dengan memutar kepala diatas popor senjata yang mulai diarahkan kemata rusa. Ternyata mata rusa dalam telescoop sangat kecil tapi sudah masuk dalam persinggungan tanda silang, tarik nafas dalaam paaak, bersamaan dengan dimatikannya mesin truk diesel. Kena, saya dapat merasakannya kena, kami serentak turun mengejar rusa yang lari masuk kedalam semak.
Karena bawa koplamp saya dimuka, kepala digoyang kekiri kekanan mencari rusa yang kabur, ada sesuatu yang nyeruduk dari dalam semak, membelah alang-alang dan masuk diselangkangan, saya terpental dan jatuh ditanah tapi senjata tetap dalam dekapan, sementara teman dibelakang berteriak melihat rusa berputar lagi masuk semak dan dikejar dengan golok, dengan sekali ayun rusapun rebah.
Apanya yang kena, sesuai prosedur badan rusapun ditelisik bak dokter forensic, oooi sedikit diatas mata kanan, rupanya bidikan telescoop sedikit meleset karena goyangan mesin diesel truk yang dimatikan mendadak. Pantesan rusa berputar didalam semak karena pusing dan menyeruduk selangkangan saya, untung rusa masih remaja, kalau bertanduk selanggkangan saya pasti terpanggang tanduknya. Allahu Akbar.
Catatan ; Hati-hari jaga selangkangan anda.
02143. HATI-HATI DG BETIS ANDA :
PADANG TERANG BULAN :
Senjata diarahkan mengikuti cahaya shoklet, titik putih dari fisir depan senjata sudah masuk dalam celah v fisir belakang dan lurus kepundak samping kiri babi, tahan nafas dan paaak.
Babi hutan tersungkur para pekerja berlarian mengejar, tak lama babi sudah diseret kebelakang truk, koplamp diarahkan kepundak babi, babi yang kelihatan dari atas ukuran sedang, ternyata besaaar taringnya sudah melingkar kebelakang.
Ada sedikit lubang masuk peluru dan keluar dibawah mata kanan berlumuran darah, tapi babi masih terus meronta dan rahangnya dibuka katupkan dengan keras, kraap.... kraap.... kraaap. Seorang pekerja mengambil batang kayu sebesar pergelangan kaki, dimasukan kedalam rahangnya kraaap.. batang kayu patah, naah kalau itu kaki kita alamak.
Catatan : Hati-hati dengan rahang babi hutan, jaga kaki kita tetap aman.
Babi hutan diangkat keatas truk, dan sekarang bagian lantai bak truk yang digasak sama taring babi hutan yang sedang sekarat, karena tidak ketemu rusa yang nyasar ahirnya kami kembali ke Doro Sambi, para pekerja orang Bali kedengaran sibuk sampai pagi dengan babi gulingnya, sementara saya tertidur pulas.
02142. UKURAN UNTUK DIGULING :
PADANG TERANG BULAN :
Truk dijalankan kembali melewati perkampungan Doro Sambi, pelabuhan Kempo kota kecamatan Kempo, lepas jalan lurus dengan batu koral jalan mentok dikaki bukit batu, mulai meliuk melereng bukit batu dan menanjak, sampai dipuncak sudah terbentang dataran padang alang-alang yang luaaaas dengan gerombol pepohonan disana sini.
Sinar bulan dilangit makin terang sehingga kalaupun ada kelompok rusa pasti akan lari menjauh sebelum kita sampai, beberapa kali memergoki babi hutan yang sedang makan tanaman diladang petani, tapi mereka juga segera lari menjauh.
Lepas simpang Sori Uttu padang alang-alangnya cukup tinggi dan lebat.
Sekarang posisi saya sudah duduk diatas kepala truk dengan koplamp diatas kepala, lampu shoklet ditangan kanan dan senapan didalam pangkuan. Babi hutan yang tadi berkerumun dijalanan berlarian masuk kepadang alang-alang. Dari atas truk kita dapat melihat dengan jelas gerombolan babi hutan buaaaanyak sekali, membuat bingung memilih sasaran yang mana mau ditembak.
"Itu pak itu yg ukurannya sedang buat diguling", tujuk pekerja orang Bali, shoklet diarahkan kepunggung, karena hanya punggung babi hutan yang kelihatan dari atas, berlarian kesegala arah bagaikan semut hitam diatas rambut cepak.
02141. JANGAN SALAH PROSEDUR :
PADANG TERANG BULAN :
Sebenarnya sekarang malam terang bulan tidak ada pemburu rusa yang pergi menembak, tapi ada pesanan dari pekerja orang Bali, mereka mau bikin babi guling hari minggu, mereka ikut naik truk, baru beberapa saat keluar dari barak kerja sebelum masuk kampung Doro Sambi, kap mobil diketuk , "ada babi hutan pak", truk berhenti mendadak, lampu shoklet dinyalakan namun karena diatas truk ribut sekali babi hutan keburu pergi masuk hutan.
Peluru yang sudah dikokang dan masuk ke hower, kembali dikeluarkan dengan menarik tuas kokang, peluru diambil, cabut magazen , masukan peluru tadi kedalam magazen, magazen dimasukan lagi ke hower dan tuas senjata dikokang lagi, kelaaar, senjata dalam poisisi kosong, laras diarahkan keatas kemudian pelatuk ditarik dan blaaaaar.
Senjata menyalak dan peluru menembus kap truk hanya beberapa inci dari tangan dan kepala para pekerja yang berderet dibelakang kepala truk.
Apa yang salah, pikiran mengurai ulang proses tadi, ternyata magazen peluru terlalu dalam saat dimasukan, sehingga peluru yang tadi dikeluarkan sesuai prosedur, ikut terdorong lagi masuk ke hower saat dikokang dan meledak ketika pelatuk ditarik.
Catatan : jangan salah prosedur dg senjata, bisa mencelakai orang dan masuk penjara.
02133. NGARA DORO :
IYO DAI LEONG. NGARA DORO :
Dari arah gunung dibalik teluk Saleh terlihat kelompok burung terbang tinggi melintas jalan keatas rawa sebelah kiri, makin dekat semakin rendah rupanya mau mendarat di-rawa-rawa, setelah senjata dikokang diarahkan mengikuti alur terbang kelompok burung itu. Ini penembakan tegak keatas langit, jadi fisir harus diarahkan beberapa inci didepan dada burung searah burung terbang, untuk mengantisipasi kecepatan terbang burung, paaak..
Burung masih tenang terbang melintas namun ada satu yang keluar dari kelompoknya, arahnya agak melengkung kebawah dan makin bawah, membentur pagar sawah dari pohon kedondong hutan. Segera mengejarnya, lumpur menahan kami sebelum sampai kepematang sawah berpagar, ternyata burung masuk kedalam genangan air, burung diterkam I Gde Jedreu, sopir, "airnya dalam pak", dia gelagapan kakinya tidak sampai didasar kolam kecil itu.
Setiap mau ditangkap burung segera menyelam lagi kedalam air, begitu ber-kali-kali sampai ahirnya tertangkap juga, rupanya burung tertembak disayapnya, dia tidak bisa terbang lagi, tapi kalau soal menyelam masih oke. I Gde Jedreu memeluk pematang sawah ter-engah-engah, tangan kirinya memegang leher burung belibis besaaaar, kayak mentok peliharaan tapi warnanya hijau mengkilap.
Ketika sampai di Dompu pak Illyas, guru honor bilang, "ini ngara doro", "iyo dai leong ngara doro" , sela si Hatta, dan setelah dibakar masak kecap, memang enak dan gurih sekali, lebih gurih dari burung belibis yg dua ekor tadi.
02132. BURUNG BELIBIS :
IYO DAI LEONG. NGARA DORO :
Pulang dari Doro Sambi sore hari, melewati pantai teluk Saleh, agak ketengah dari bibir pantai terlihat sekelompok burung belibis sedang berenang bergerombol. Kendaraan dihentikan turun mendekati bibir pantai, saya tidak bisa meng-endap-endap karena bibir pantai terbuka dengan hamparan pasir agak kekuningan dan lumpur, ahirnya berjalan perlahan agar burung belibis tidak curiga.
Sampai digundukan pasir berjongkok membidikan senjata, jarak tenbak kira-kira 30 m cukup bagus, tapi harus mengkalkulasi tarikan grafitasi bumi terhadap peluru yang ditembakan, pengaruhnya cukup besar dalam tembakan mendatar. Titik putih dari fisir depan telah masuk dalam celah v fisir belakang dan tepat didada burung Belibis, dengan mengangkat setengah inci fisir diatas dada burung belibis, tarik napas, tahaaaan, control fisir dan paaak.
Tidak ada reaksi dari kelompok burung belibis, rupanya suara salak senjata teredam oleh gemuruhnya ombak dipantai. Tunggu ada seekor burung belibis yang memisahkan diri dan hanyut kebibir pantai tempat saya berjongkok, rupanya tembakan pertama tadi mengenai sasaran.
Belibis tidak diambil, senjata dikokang lagi, membidik lagi, paaaak,... burung belibis curiga ada beberapa yang menengok temannya hanyut, senjata dikokang lagi pelaaaan, membidik lagi, week week wek.. wek wek, dan mereka terbang bersamaan kearah tengah laut, saya mengambil dua ekor burung belibis dan kembali ke jeep.
Pulang dari Doro Sambi sore hari, melewati pantai teluk Saleh, agak ketengah dari bibir pantai terlihat sekelompok burung belibis sedang berenang bergerombol. Kendaraan dihentikan turun mendekati bibir pantai, saya tidak bisa meng-endap-endap karena bibir pantai terbuka dengan hamparan pasir agak kekuningan dan lumpur, ahirnya berjalan perlahan agar burung belibis tidak curiga.
Sampai digundukan pasir berjongkok membidikan senjata, jarak tenbak kira-kira 30 m cukup bagus, tapi harus mengkalkulasi tarikan grafitasi bumi terhadap peluru yang ditembakan, pengaruhnya cukup besar dalam tembakan mendatar. Titik putih dari fisir depan telah masuk dalam celah v fisir belakang dan tepat didada burung Belibis, dengan mengangkat setengah inci fisir diatas dada burung belibis, tarik napas, tahaaaan, control fisir dan paaak.
Tidak ada reaksi dari kelompok burung belibis, rupanya suara salak senjata teredam oleh gemuruhnya ombak dipantai. Tunggu ada seekor burung belibis yang memisahkan diri dan hanyut kebibir pantai tempat saya berjongkok, rupanya tembakan pertama tadi mengenai sasaran.
Belibis tidak diambil, senjata dikokang lagi, membidik lagi, paaaak,... burung belibis curiga ada beberapa yang menengok temannya hanyut, senjata dikokang lagi pelaaaan, membidik lagi, week week wek.. wek wek, dan mereka terbang bersamaan kearah tengah laut, saya mengambil dua ekor burung belibis dan kembali ke jeep.
02131. SENJATA :
IYO DAI LEONG. NGARA DORO :
Wakil pemborong namanya pak Iwan alm, datang dari Jakarta membawa senjata Winchester merek Anshut buatan Germany caliber 5.4 mm, punya mertuanya pemilik perusahaan. Lengkap dengan pelurunya satu paket berisi 200 butir, koplamp dengan 5 batu battery dan shoklet DC 500 whatt.
Dlm perjalanan dari Sumbawa Besar ke Dompu langsung dicoba, waktu lewat daerah rawa pasang surut di Plampang banyak burung bangau dan belibis. Pak Iwan mencoba akurasi senjata, ternyata sangat bagus, waktu berhenti diwarung makan sudah bisa makan daging belibis dan bangau goreng, memang enak dan gurih.
Setelah sampai di Doro Sambi kami beristirahat, sementara pak Iwan kelihatan sedang memeriksa senjata, menyikat loopnya , meminyaki laras dan hower senjata, kemudian menyetelnya kembali. Saya mendekat dan melihat senjatanya, memang masih terawat bagus, coba mengangkatnya, cukup berat, membidiknya, ternyata kesulitan memasukkan titik putih di fisir depan dg celah v di fisir belakang.
Rupanya pipi saya terlalu tebal sehingga kedua fisir tidak mau segaris, karena dibagian belakang popor senjata ada bagian yang ditebalkan. Terpaksa harus memiringkan kepala, atau dengan menarik ujung popor kebawah dagu namun ujung popor menjadi tidak rapat kebahu. Jika senjata dengan daya tolak balik kuat ini berbahaya, tapi untuk senjata jenis cis caliber 5,4 mm cukup aman.
Pak Iwan alm menjelaskan prosedur mengisi dan mengosongkan senjata, menguncinya, diulang dan dicoba sampai dinilai lancar. Sejak hari itu senjata, peluru, koplamp dan shoklet tidak pernah tertinggal didalam jeep.
Wakil pemborong namanya pak Iwan alm, datang dari Jakarta membawa senjata Winchester merek Anshut buatan Germany caliber 5.4 mm, punya mertuanya pemilik perusahaan. Lengkap dengan pelurunya satu paket berisi 200 butir, koplamp dengan 5 batu battery dan shoklet DC 500 whatt.
Dlm perjalanan dari Sumbawa Besar ke Dompu langsung dicoba, waktu lewat daerah rawa pasang surut di Plampang banyak burung bangau dan belibis. Pak Iwan mencoba akurasi senjata, ternyata sangat bagus, waktu berhenti diwarung makan sudah bisa makan daging belibis dan bangau goreng, memang enak dan gurih.
Setelah sampai di Doro Sambi kami beristirahat, sementara pak Iwan kelihatan sedang memeriksa senjata, menyikat loopnya , meminyaki laras dan hower senjata, kemudian menyetelnya kembali. Saya mendekat dan melihat senjatanya, memang masih terawat bagus, coba mengangkatnya, cukup berat, membidiknya, ternyata kesulitan memasukkan titik putih di fisir depan dg celah v di fisir belakang.
Rupanya pipi saya terlalu tebal sehingga kedua fisir tidak mau segaris, karena dibagian belakang popor senjata ada bagian yang ditebalkan. Terpaksa harus memiringkan kepala, atau dengan menarik ujung popor kebawah dagu namun ujung popor menjadi tidak rapat kebahu. Jika senjata dengan daya tolak balik kuat ini berbahaya, tapi untuk senjata jenis cis caliber 5,4 mm cukup aman.
Pak Iwan alm menjelaskan prosedur mengisi dan mengosongkan senjata, menguncinya, diulang dan dicoba sampai dinilai lancar. Sejak hari itu senjata, peluru, koplamp dan shoklet tidak pernah tertinggal didalam jeep.
Minggu, 27 Juli 2014
02123. ANAK PENARI :
UTAH MAJUH DIBURU
LAKOH, IBUEE :
Saya pernah mencoba berburu pola menunggu rusa turun minum, di padang Sori Uttu sebelah dalam batang kayu besar, dari jam empat sore sampai magrib dengan bekal terompet. terompet-terompet rusa tak datang, malah kaki yang lecet terjepit dicabang pohon.
Pernah juga ketempat lain sesuai informasi dari orang kampung, katanya suka ada rusa turun minum, memang ketemu air tempat minumnya barangkali, tapi tidak bertemu rusanya, apa mungkin lagi sial.
Jadi menyesal tidak bisa cerita bagamana derasnya degupan jantung saat melihat rusa keluar dari semak belukar, melenggang-lenggok bak anak penari dipanggung HUT Kemerdekaan, menuju ke tempat air dan minum, karena tidak pernah menyaksikannya.
Walaupun begitu, setelah sering berburu, saya tidak berburu untuk dapat banyak rusa, saya akan pulang jika sudah dapat satu ekor rusa, walaupun kecil, bahkan walau tidak dapat seekor rusa sekalipun.
LAKOH, IBUEE :
Saya pernah mencoba berburu pola menunggu rusa turun minum, di padang Sori Uttu sebelah dalam batang kayu besar, dari jam empat sore sampai magrib dengan bekal terompet. terompet-terompet rusa tak datang, malah kaki yang lecet terjepit dicabang pohon.
Pernah juga ketempat lain sesuai informasi dari orang kampung, katanya suka ada rusa turun minum, memang ketemu air tempat minumnya barangkali, tapi tidak bertemu rusanya, apa mungkin lagi sial.
Jadi menyesal tidak bisa cerita bagamana derasnya degupan jantung saat melihat rusa keluar dari semak belukar, melenggang-lenggok bak anak penari dipanggung HUT Kemerdekaan, menuju ke tempat air dan minum, karena tidak pernah menyaksikannya.
Walaupun begitu, setelah sering berburu, saya tidak berburu untuk dapat banyak rusa, saya akan pulang jika sudah dapat satu ekor rusa, walaupun kecil, bahkan walau tidak dapat seekor rusa sekalipun.
02122. UTAH MAJUH :
UTAH MAJUH DIBURU
LAKOH, IBUEE :
Sekali berburu bisa dua-tiga ekor rusa didapat, bukan untuk dimakan semdiri, lha wong pak Dandim tinggal sendiri di Dompu, ibunya tinggal di Jawa. Rusa hasil buruan ahirnya lari kepasar, makanya dipasar Dompu selalu ada daging Majuh . Dari situ kendaraan umum bak terbuka jurusan Kempo Dompu dinamai "Majuh Kempo", artinya Rusa Kempo.
Anehnya daging rusa dipasar maupun yang dijunjung ibu-ibu ke rumah-rumah, tidak disebut daging rusa diburu pak Dandim atau ditembak senapan, selalu ditawarkan "Utah majuh diburu lakoh, ibuee", maksudnya daging rusa hasil buruan menggunakan anjing. Dipercaya dagingnya lebih enak, karena rusa mati kepayahan, semua darah sedang bersirkulasi dalam daging, sehingga dagingnya terasa manis.
Kalau mampir dibengkel pak Arab beliau tak mau berbagi cerita, dimana lokasi buruan yang banyak rusanya dan trik dia mamancing rusa agar mendekat, termasuk kepada supir saya yang sama2 orang arab, Karim, Fayad Karim, rupanya dia kunci rapat hanya utuk dia dan pak Dandim.
LAKOH, IBUEE :
Sekali berburu bisa dua-tiga ekor rusa didapat, bukan untuk dimakan semdiri, lha wong pak Dandim tinggal sendiri di Dompu, ibunya tinggal di Jawa. Rusa hasil buruan ahirnya lari kepasar, makanya dipasar Dompu selalu ada daging Majuh . Dari situ kendaraan umum bak terbuka jurusan Kempo Dompu dinamai "Majuh Kempo", artinya Rusa Kempo.
Anehnya daging rusa dipasar maupun yang dijunjung ibu-ibu ke rumah-rumah, tidak disebut daging rusa diburu pak Dandim atau ditembak senapan, selalu ditawarkan "Utah majuh diburu lakoh, ibuee", maksudnya daging rusa hasil buruan menggunakan anjing. Dipercaya dagingnya lebih enak, karena rusa mati kepayahan, semua darah sedang bersirkulasi dalam daging, sehingga dagingnya terasa manis.
Kalau mampir dibengkel pak Arab beliau tak mau berbagi cerita, dimana lokasi buruan yang banyak rusanya dan trik dia mamancing rusa agar mendekat, termasuk kepada supir saya yang sama2 orang arab, Karim, Fayad Karim, rupanya dia kunci rapat hanya utuk dia dan pak Dandim.
02121. PAWANG RUSA ;
UTAH MAJUH DIBURU
LAKOH, IBUEE :
Dlm perjalanan pulang dari "Doro Sambi" kadang berpapasan dengan kendaran pak Dandim, sekitar jam 4-5 sore, sering kali diturunan tebing batu yang sudah mengarah ke kawasan Dompu. Tapi yang disapa hanya supirnya orang arab, karena pak Dandim biasanya senderan dijok sambil tidur, beliau perlu menabung tidur selagi sempat.
Sopirnya pawang rusa, kalau nembak dengen pola menunggu rusa ditempat minumnya sore hari, dia pandai memanggil rusa pakai terompet, eiiik.......eiiik........., meniru suara anak rusa yang tersesat, kemudian indukan rusa datang mencari anaknya, ketemu pak Dandim dengan senjata Gereennya.
Kalau hari telah gelap turun dari pohon dan berburu dengan pola nyoklet dari atas jeep. dia juga mahir dalam memainkan lampu, sinar lampu dimainkan didepan kaki rusa sehingga rusa menjadi penasaran dan mengikuti sinar lampu, ahirnya rusa sampai juga kehadapan pak Dandim dengan senjata Gereen yang tadi.
LAKOH, IBUEE :
Dlm perjalanan pulang dari "Doro Sambi" kadang berpapasan dengan kendaran pak Dandim, sekitar jam 4-5 sore, sering kali diturunan tebing batu yang sudah mengarah ke kawasan Dompu. Tapi yang disapa hanya supirnya orang arab, karena pak Dandim biasanya senderan dijok sambil tidur, beliau perlu menabung tidur selagi sempat.
Sopirnya pawang rusa, kalau nembak dengen pola menunggu rusa ditempat minumnya sore hari, dia pandai memanggil rusa pakai terompet, eiiik.......eiiik........., meniru suara anak rusa yang tersesat, kemudian indukan rusa datang mencari anaknya, ketemu pak Dandim dengan senjata Gereennya.
Kalau hari telah gelap turun dari pohon dan berburu dengan pola nyoklet dari atas jeep. dia juga mahir dalam memainkan lampu, sinar lampu dimainkan didepan kaki rusa sehingga rusa menjadi penasaran dan mengikuti sinar lampu, ahirnya rusa sampai juga kehadapan pak Dandim dengan senjata Gereen yang tadi.
02113. DOOAAAR :
Dipadang "Sori Uttu" ini banyak kisah perburuan malam dengan rusa Sumbawa, dimulai kala datang kunjungan Kepala kantor telepon Dompu, diantar kepala PU yang menantunya dan anak perempuannya yang lagi hamil tua. Mengendarai jeep Toyota longsasis bak terbuka warna kuning PU, pulangnya lewat magrib dan saya ikut ke Dompu.
Dipadang Sori Uttu tepatnya 50 meter setelah simpang tiga, pak Kepala PU melihat mata , dia menghentikan mobilnya, meraih senjata LE dan turun, saya ikut dibelakang, meng-endap-endap dipadang alang-alang sambil menyalakan senter, mana rusanya pak..., sst.., dia merapatkan telunjuk kebibirnya dan saya diam.
Ternyata didepan mengambang kepala dan dada rusa dalam bayang kegelapan malam, badan saya gemetar terbayang daging enam puluh kilogram, ditengah padang rumput dalam gelap malam, tidak ada yang punya, sedang tegak berdiri didepan mata.
Doooooorr, suara senjata LE menyalak keras membelah kesunyian malam, serentak memburu kearah rusa tadi berdiri dicari dengan senter keliling, tidak ada rusa disana, juga disekitarnya.
Rupanya rusa lebih cekatan daripada pemburunya, padahal waktu posisi berhadapan tadi jaraknya tidak sampai sepuluh meter, malam itu pulang ke Dompu dengan tangan kosong.
02112. PADANG ALANG-ALANG SORI UTTU :
Dari sini jalanan berbatu melereng gunung batu yang masih ditutupi hutan lebat, tarus menanjak dan berliku banyak monyet bergentayangan didahan pohon yang menjulur keatas jalan, monyet muda dalam buayan memegang erat punggung induknya, kadang ada juga rusa yang kepergok menyeberang jalan mau turun minum kekali.
Sampai dipuncak terbentang pemandangan indah, dibelakang hamparan sawah, tambak dan rawa, sungai Rasanggaro yang berliku diselingi bukit kemudian terhampar laut selatan. Kedepan terbentang padang alang-alang yang luas dipagari bukit2 dan ditutup gunung Tambora disebelah kanan.
Turun dari puncak jalan melereng berliku sampai diujung hutan, ada jembatan dalam belokan, terlihat perladangan dan padang alang-alang, jalan tanah datar dan lurus sampai diperkampungan "Sori Uttu". Jalan terus lurus sampai persimpangan, simpang kekiri jurusan Sumbawa Besar yang lurus jurusan kecamatan Kempo.
02111. COLA-COLA :
Kota Dompu tahun 1972 jalan trans Sumbawa sebagian besar masih tanah berbatu dan dimusim hujan banyak sungai dadakan yang menerjang badan jalan, ada pula badan jalan yang berubah jadi sungai. Keluar kota Dompu disambut pesawahan irigasi peninggalan Belanda, di depan pasar Rasanggaro jalan aspal tinggal namanya, lebih tepat disebut jalan tanah ada bekas aspalnya.
Jembatan sungai Rasanggaro masih asli peninggalan Belanda, bantalan papan kayu jati ditutup lapisan stenslaag dan aspal yang sudah terkelupas, tiang tengahnya dari besi bulat galfanish dengan trekstang baja, dua tumpuan. Leanengnya dari besi siku dibawahnya penutup seng BWG-28 dikiri kanan, sepanjang pinggir jembatan menutupi kayu bantalan dari hujan.
Jembatan seperti ini masih banyak ditemukan dijalan raya tras Sumatera jalur tengah, konstruksinya lebih panjang-panjang, sehingga bisa terdiri dari delapan tumpuan, karena sungai di Sumatera lebih lebar dan besar.
Ada jalan simpang kekanan ke pesanggrahan Raba Baka, tempat istirahat ada bendungan air untuk irigasi dan kolam renang, tapi airnya tidak bening. Lepas kampung sdah jalan tanah masuk keteduhan hutan jati tempat truk angkutan umum "Majuh Kempo" beristirahat sambil menarik ongkos. Begitu kendaraan berhenti, para penumpang serentak berucap "tanggal satu", maksudnya waktunya gajian supir, "cola-cola".
Awak truk sengaja menghentikan kendaraan jauh dari kota tujuan, semua penumpang diturunkan dan hanya boleh naik lagi keatas bak truk terbuka setelah membayar ongkos "cola-cola" (bayar-bayar), ada resiko bagi penumpang gelap mereka disuruh jalan kaki kekota yang jaraknya masih enam kilo meter.
Makanya begitu truk berhenti semua penumpang berteriak "tanggal satu", karena proses ini bisa makan waktu satu jam lebih, jadi sekitar ungkapan kekesalan atau ancaman, entah yang mana.
02102. PEMBURU AMATIR :
DI tahun 1972 saya bekerja di bukit Doro Sambi, tiap hari pulang pergi dari kota Dompu ke Kempo.
Dipagi hari dijalan tanjakan berbatu hutan jati, sering berpapasan dengen rusa yang turun minum, di sore dan malam hari sering melihat mata-mata rusa yang menari-nari kena sinar lampu mobil.
Rasanya tidak terlalu meng-ada-ada kalau pulang kerja sekalian menunggu malam.
Ketika sampai dipadang rumput "Sori Uttu" melihat mata rusa yg me-nari-nari, mencari rejeki, bismilahirachman nirachim, ..........maaf dooor.
Aaaah, meleset.
02101. PROFESI MANUSIA :
Asalammualaikum warachmatuLLahi wabarakatuh,
Jaman dahulu kala, profesi manusia belum banyak, karena hidup dipesisir jadilah dia juru mudi dan pamayang (nelayan), yang hidup di tanah yang subur jadilah dia petani.
Yang hidup dekat kali dan lubuk jadilah dia Palika (penyelam), yang hidup di padang sabana jadilah dia pangagon (penggembala), yang hidup disisi hutan jadilah dia penebang kayu dan paninggaran (pemburu).
Mereka hidup tentram dan berkecukupan, dan mendapat tempat yg terhormat sesuai peran masing-masing, sampai suatu massa, habitat ikan dan terumbu karang laut rusak binasa, hutan-hutan gundul dan binatang buruan punah.
Itu masalah manusianya, bukan profesinya, karena profesi pada dasarnya seteril dan nyaris terhormat, pada jaman raja-raja banyak "paninggaran" yg menjadi senapati dan petinggi, karena pengabdiannya.
Karena perburuan juga adalah salah satu dari kegemaran raja-raja, malah masih ada lagunya.
Langganan:
Postingan (Atom)