Jumat, 10 Oktober 2014
0218. SENJATA MACET.
Masih cerita berburu dimalam terang bulan, karena dpt kabar mau datang tamu, saya mencoba cari peruntungan siapa tahu ada rusa nyasar buat besok nyate rame2. Lepas simpang Sori Utu belok kanan jln kearah Sumbawa Besar, sepanjang kiri kanan jln berpagar rapat krn banyak perladangan.
Ada babi hutan sedang menggaruk tanaman padi petani yg baru pd tumbuh, krn jaraknya cocok, senjata dg telescoop dibidikan, dg cahaya terang dari lampu shoklet, badan babi hutan masuk dlm bayangan telescoop, tanda silang tepat dibelakang pelipis kanan babi hutan, tarik napaaas, dan praak, babi hutan terjungkal, terima kasih bapa, sela pak kebun.
Sampai di awal pendakian bukit batu ada jembatan tdk menemukan rusa, ahirnya berbalik arah keawal datang tadi. Di semak2 pinggir jln ada babi hutan lagi sdg menggaruk tanah di kiri jln, jeep berhenti. Saya lepas tembakan tapi babi hutan masih berlari ke sebelah kanan jln, semaknya lebih tinggi.
Waktu dikokang lagi senjata ternyata macet, handle kokang senjata tdk mau maju dan tdk mau mundur. Turun dari kap mobil dan menurunkan senjata didepan lampu besar mobil, maksudnya biar keliatan apanya yg macet, ternyata selongsong peluru nyangkut dlm celah lubang peluru, rupanya waktu selongsong mental keatas tertahan batang telescoop dan jatuh lagi kedalam lubang peluru.
Saya sempat melirik kearah babi hutan tadi, dia sedang maju mundur dg mata yg merah, saya perhatikan, aah…. dia mau nyeruduk, saya lompat keatas kap mesin mobil dan babi hutan langsung menyeruduk kekolong mabil.
Mobil dilarikan dan saya ter-guncang2 diatas kap mesin, pelan2 bisa merayap memegang kaca sepion dan duduk diatas kanvas lagi.
Catatan : Jangan turun dari mobil jika babi hutan buruan tdk punya jln alternative utk melarikan diri.
Ini kali ke2 dpt kesulitan berburu malam menggunakan telescoop, sejak itu saya tdk lagi berburu malam menggunakan telescoop kovensional, sekarang sdh banyak telescoop infra reed, tentu lebih nyaman.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar