Jumat, 10 Oktober 2014
02196. MABUK DAGING.
Makan sate sambil cerita ngalor ngidul tak terasa malam sudah menjelang pagi, perut kenyang makan sate daging rusa saja ahirnya masuk bilik kerja dan tudur, besok hari minggu.
Ada terdengar orang ribut, terbangun tapi kepala terasa beraaat, tidur lagi. Terbangun lagi hari sdh sore, tapi kepala berat dan sakiiit sekali, tidur lagi, baru bisa bangun senin pagi harinya, itupun masih sempoyongan.
Dari kamar sebelah juga rupanya baru pd bangun dan sempoyongan juga, kenapa kepala kita yaah, iyah sakit sekali, kaya orang mabuk, iya mabuk daging yah, kok kayak begini.
Catatan : Jika anda makan daging rusa hasil buruan sebaiknya secukupnya saja, sisanya utk di dendeng dan jika sdh kering disimpan utk dibawa pulang ke Bandung, itu kalau masih ada lahan perburuannya dan rusa buruannya.
02195. SATE RUSA BUMBU KECAP.
Orang yg terlanjur terbangun dari tidurnya tdk dpt tidur lagi krn harus menguliti rusa, bagian daging paha dan punggung atas dan dlm dipotong kecil2, dikasihgaram dan kecap, ditusuk dan dibakar diatas bara api yg sdh menunggu dari tadi.
Mateng sebagian sate daging rusa langsung dimakan dg sambal kecap, memang enak sekali, dagingnya empuk dan manis. Tekturnya seperti daging sapi tapi lebih lembut dan harum, habis…… nusuk lagi, ……..bakar lagi, sambal kecap……… lagi.
Malam2 dibawah pohon rindang bulan temaram menerangi celah2 dahan pohon Sambi, sinarnya menerpa badan rusa besar yg tergantung, berguncang dikuliti para pekerja. Beberapa orang mengerumuni api unggun manggut2 memakan sesuatu, entah romantis atau malah ironis ini.
02194. RAJA TANPA MAHKOTA.
Sampai di Doro Sambi sdh jam 2 malam, mereka kaget bangun mendengar kendaraan balik lagi, "eee…maju nae kama, besar sekali bapak, ini saya rasa cabang enam bapak". Memang rusa besar, tapi karena tanduknya sdg tanggal kita tdk tahu rusa bertanduk cabang berapa.
Jumlah cabang dari tanduk rusa jantan menentukan kedudukan dlm hirarkhi populasi, dimulai waktu rusa jantan mulai keluar tanduk, 2 runcing disebut cabang 2 krn kiri-kanan, setahun kemudian akan tanggal, kemudian tumbuh tanduk baru bercabang 4, disebut cabang 4, setahun kemudian tanggal, tumbuh lagi tanduk baru cabang 3 sebelahnya, disebut cabang 6. dan seterusnya.
Rusa besar yg tergantung didahan pohon kayu Sambi, badannya seukuran cabang 6 itu, tdk bertanduk, kina sebut dia Raja tanpa mahkota.
02193. ADA BAN SEREP.
Saya lambaikan koplamp isyarat memanggil supir, ternyata rusa besar, tdk bergerak diangkat berdua, kasih maju itu mobil, saya memberikan intruksi, setelah posisi rusa dibelakang mobil dicoba lagi utk diangkat, tdk kuat. Turunkan ban serep, badan rusa dinaikan diatas ban serep, bagian kepalanya masih ditanah.
Oohh…. pantes rusa besaar tdk dpt mendaki keatas tebing waktu didekati, rupanya kaki depan kanannya patah kena terjang peluru, entah peluru yg mana, ini namanya rejeki. Sekarang kepala rusa bisa dinaikan kelantai mobil, dg susah payah, tapi badannya nasih tertinggal di ban serep.
Badan rusa diangkat dari ban serep ke lantai mobil, aah ……..berat sekali, ban serep masih tertinggal, dan naik terahir.
Mau melanjutkan perjalanan ke Dompu disana tdk ada orang yg mengurus rusa, isteri saya sdh dipulangkan ke Bandung, saya tinggal bujangan dirumah. Mobil diputar arah balik ke Doro Sambi, disana banyak orang kerja yg bisa ngurus daging rusa.
02192. PELURU SISA.
Ahirnya nyoklet dilanjutkan dg koplamp sinarnya redup dan merah, namun di-sela2 pohon ada mata berkelit dan lari, jln meliuk memasuki jembatan sungai kering. Keluar dari jembatan, rusa besaar sdg menengadah baru naik dari semak diatas selokan menuju jln terpotong sinar lampu mobil.
Jantung berdegup kencang bahkan tangan ikut gemetar, rusa gesit berbalik dan lari menyusur jalan, secara reflex saya kokang senjata dipinggang dan melepas tembakan tanpa membidik ke badan rusa, sekenanya. Kendaraan berhenti, rusa menyeberang jln, saya sempat lepas tembakan sekali lagi, turun dari mobil dan mengejarnya.
Rusa mau naik keatas tebing tapi terlalu curam, saya lepas tembakan lagi dari dekat, rusa masih berusaha lari tapi sesuatu menahannya, ahirnya rusa terduduk dlm semak dipinggir jln, saya dekati. Rusa sdh tdk dpt bangun tapi masih liar, saya kokang senjata, ditempel dibelakang telinganya, paak, badan rusa tersentak dan terkulai.
02191. RAJA TANPA MAHKOTA :
02191. LAMPU SISA :
Malam terang bulan tdk ada pemburu menembak, karena pulang malam dan disaku masih ada 5 butir peluru ya sekalian nyoklet atau nyoklet sekalian pulang. Sepanjang daerah perburuan sdh habis dishoklet, tapi tdk menemukan mata.
Dlm kondisi terang bulan kemungkinan binatang malam dan rusa bisa melihat pemburu dg shokletnya, mereka lari menjauh sebelum sinar shoklet sampai kemata mereka.
Padang Sori Uttu biasanya jadi ladang perburuan terahir dan sdh menaikan rusa keatas kendaraan, jadi dari situ tinggal terus pulang. Krn tdk menemukan mata nyoklet diteruskan lewat kampung Sori Uttu, dibawah rumah panggung terlihat babi hutan sdg menggaruk cacing, biar saja.
Dipinggir hutan jln agak mendaki, aaah,………. Shokletnya tekooor, "dinamo chass nya tekooor pak, amperenya ngebuang", sambut supir dari bawah, kita hanya berdua, ya…ya cabut saja choknya.
0218. SENJATA MACET.
Masih cerita berburu dimalam terang bulan, karena dpt kabar mau datang tamu, saya mencoba cari peruntungan siapa tahu ada rusa nyasar buat besok nyate rame2. Lepas simpang Sori Utu belok kanan jln kearah Sumbawa Besar, sepanjang kiri kanan jln berpagar rapat krn banyak perladangan.
Ada babi hutan sedang menggaruk tanaman padi petani yg baru pd tumbuh, krn jaraknya cocok, senjata dg telescoop dibidikan, dg cahaya terang dari lampu shoklet, badan babi hutan masuk dlm bayangan telescoop, tanda silang tepat dibelakang pelipis kanan babi hutan, tarik napaaas, dan praak, babi hutan terjungkal, terima kasih bapa, sela pak kebun.
Sampai di awal pendakian bukit batu ada jembatan tdk menemukan rusa, ahirnya berbalik arah keawal datang tadi. Di semak2 pinggir jln ada babi hutan lagi sdg menggaruk tanah di kiri jln, jeep berhenti. Saya lepas tembakan tapi babi hutan masih berlari ke sebelah kanan jln, semaknya lebih tinggi.
Waktu dikokang lagi senjata ternyata macet, handle kokang senjata tdk mau maju dan tdk mau mundur. Turun dari kap mobil dan menurunkan senjata didepan lampu besar mobil, maksudnya biar keliatan apanya yg macet, ternyata selongsong peluru nyangkut dlm celah lubang peluru, rupanya waktu selongsong mental keatas tertahan batang telescoop dan jatuh lagi kedalam lubang peluru.
Saya sempat melirik kearah babi hutan tadi, dia sedang maju mundur dg mata yg merah, saya perhatikan, aah…. dia mau nyeruduk, saya lompat keatas kap mesin mobil dan babi hutan langsung menyeruduk kekolong mabil.
Mobil dilarikan dan saya ter-guncang2 diatas kap mesin, pelan2 bisa merayap memegang kaca sepion dan duduk diatas kanvas lagi.
Catatan : Jangan turun dari mobil jika babi hutan buruan tdk punya jln alternative utk melarikan diri.
Ini kali ke2 dpt kesulitan berburu malam menggunakan telescoop, sejak itu saya tdk lagi berburu malam menggunakan telescoop kovensional, sekarang sdh banyak telescoop infra reed, tentu lebih nyaman.
Selasa, 30 September 2014
0217. BINATANG LIAR JUGA ADA GEMBALANYA :
Pohon besar di padang Sori Uttu memang tempat keberuntungan saya, malam ini berangkat berburu berdua kita berbagi tugas, pertama pak Iwan pegang senjata saya pegang shoklet. Sejak tanjakan Doro Toi ketemu beberapa binatang malan, ada babi diladang petani, ada musang dipinggir jalan, yg sering menipu burung hantu kecil matanya terang agak merah, dipandang dari jauh kita tdk dapat menebak ukurannya, kalau sudah dekat baru ketahuan bahwa itu cuma mata kecil dari burung hantu kecil.
Setelah liwat simpang Sori Utu masih menebar shoklet kekanan dan kiri jalan tapi tdk menemukan mata biru teduh, mendekati pohon besar saya berbisik, pak Iwan coba turun didalam sana pasti ada rusa yg sedang memakan rumput kucingan muda, "ah ngak mau", dia tdk memberi alasan, ahirnya senjata dan koplamp saya ambil alih, turun dari atas kap jeep dan mengusir babi2 hutan di semak2 pinggir jalan, bunyinya graak groook, mereka berlarian dan saya terus masuk kepadang alang2.
Kira 500 meter dari jalan saya arahkan koplam kesemak rumput kucingan, eee ada beberapa pasang mata dan senjata langsung saya arahkan kemata yg besar, sepasang mata yg ber-gerak2 bagai gadis sedang berdansa salsa, ahirnya diam diposisi tinggi, rupanya rusa diam berdiri tegak melihat sinar koplamp.
Titik putih dari fisir depan senjata telah masuk dicelah v fisir belakang dan tepat berada diantara dua titih sinar biru teduh dari mata rusa, tarik nafas, tahan, praaak... Saya segera berlari mendekati buruan, ternyata rusa besar sedang sekarat tergeletak diatas semak rumput kucingan, karena masih ada rusa lain didekat sini, senjata saya kokang lagi, ujung laras senjata ditempel di pelipis rusa, praak, badan rusa terhentak sesaat dan diam, kemudian saya tinggal.
Koplamp diputar lagi keliling area rumput kucingan, ada mata lagi tapi agak jauh kearah dalam hutan, koplamp dimainkan tepat didepan kaki rusa sambil pelan2 jalan mendekati, kira2 jarak 30 meter jarak tembak ideal, laras senjata diangkat pelan, diarahkan ke-bayang2 mata rusa bersamaan dg arah sinar koplamp, titik putih fisir depan senjata masuk celah v fisir belakang dan tepat diantara dua titik sinar hijau teduh, tarik napaaas………….praaak. Kena, saya lari mengejar rusa yg jatuh tergeletah diatas semak rumput kucingan, kemudian berbalik kearah kendaraan dan berteriak, oooiiii……….sini, saya berteriak penuh kemenangan.
I Gde Jedreu datang disusul pak Abdarab, bawa ini, disana satu lagi sambil saya sendiri kembali ketempat rusa pertama tertembak tergeletak, namun sampai disana tdk menemukan rusa, keliling dicari barangkali salah tempat, ah jelas tadi disini, ini bekas jatuhnya, tapi rusa tetap tdk ada. Setelah bosan mencari ahirnya pulang, sampai dirumah rusa hasil buruan diurus sama pak Ilyas dan kawan2, tdk berapa lama sate daging rusa bakar terhidang.
Sambil nyabutin duri rumput kucingan dari betis dan kaki, saya melanjutkan keheranan tadi, bagaimana ya, rusa sudah tergeletak ditembak, sudah ditempel ditembak pelipisnya dan kelihatan terhentak diterjang peluru, kok bisa hilang. Apa ada orang kampung lewat situ, ah tdk mungkin, orang menjauh semua takut kena peluru nyasar, lantas kemana larinya itu rusa.
Pagi hari waktu lewat padang Sori Uttu lagi saya berhenti lagi di tempat semalam, masuk ketempat rusa tergeletak, memang kelihatan semak rumput kuciangan rebah dan ada bercak darah disitu, tapi rusa tetap tidak ada, ahirnya perjalanan diteruskan sampai ke Doro Sambi.
Disana jadi bahan cerita lagi tentang rusa tertembak yg hilang, kejelasan datang dari ketua kampung Doro Sambi, "bapak kasi tanda tdk waktu bapak meninggalkan rusa yg sudah tertembak itu", tdk, "ah itu, bapak tidak kasih tanda itu rusa, makanya dibawa lagi sama gembalanya", ah siapa yg genbalakan wong itu rusa liar, "e…bapak biar rusa liar tengah malam juga ada gembalanya", masa, iya.
Saya teringat ketika masih kecil dikampung, ber-ramai2 cari rumput utk pakan ternak, ditengah ladang ada baralak tergeletak, orang pertama yg menemukan mengikatkan simpul diujung daun kelapa kering itu dan ditinggal, saya tanya kenapa, ini buat tanda supaya orang lain yg belakangan menemukan baralak ini mereka tahu sudah ada yg punya, dan mereka tdk akan ganggu. Begitu kira2 penjelasan bapak ketua kampung yg disambut manggut2.
0216. ANAK SAPI APA ANAK RUSA :
Masa awal perburuan sering menembak bersama duduk berdua diatas kap jeep, kalau saya sebagai juru lampu pak Iwan alm pegang senjata dan menembak, atau sebaliknya pak Iwan jadi juru lampu, saya pegang senjata dan menembak. Pak Iwan masih muda seusia saya namun dia lebih tegap badannya dan lebih keras bentakannya sama mandor dan pekerja, dalam berburu dia lebih pengalaman, waktu di Lampung sering berburu bapaknya juga pemburu, kalau menembak babi hutan bapak pak Iwan jongkok didepan lorong sarangnya, walau babi hutan datang nyeruduk, dia yakin dengan senjata dan tembakannya, dan babi hutanpun tersuruk jatuh dihadapannya.
Pak Iwan tak berani ngasruk , disekitar pohon besar Sori Utu kumpulan rusa berada jauh ditengah padang alang-alang, sedangkan disemak-semak pinggir jalan banyak sekali babi hutan berkeliaran, graak. . grooook. Bagian saya turun mengusir babi hutan dan masuk padang alang-alang. Malam itu disekitar pohon besar Sori Utu saya menebar sinar shoklet kearah kanan, ada bekas ladang dipinggir lapangan bola kampung Sori Utu, disitu binatang ternak dan binatang liar bercampur, banyak sinar mata binatang malam berkeliaran, ada sepasang mata yang biru teduh rendah, apa ini pak Iwan, ah itu anak sapi, tidak sini senjata, karena ada disisi kanan senjata saya diambil alih.
Walaupun pak Iwan bilang itu anak sapi, saya tidak setuju, senjata dikokang dan membidiknya, paak.....Saya turun dan berlari kearah sasaran tadi, ternyata rusa, anak rusa sedang istirahat sambil memamah biak melingker ditanah, jadi posisi matanya sangat rendah, namun tadi saya sangat yakin itu mata rusa, bukan anak sapi, rasanya agak beda kedalam debaran jantung.
Hasil buruan boleh rusa kecil, tapi cerita sesudah berburu sama serunya, sampai dirumah sambil mencabuti duri rumput kucingan yang menancap memenuhi kaki, cerita berburu bisa sampai kemana-mana. Orang kampung berburu rusa naik kuda, kuda masuk hutan, rusa berkeliaran seperti kambing dipadang rumput Doro Peti, jalur pendakian ke gunung Tambora yang dilewati wamen tamben almarhum, sore hari, mereka tidak lari melihat kuda, kuda dibiarkan berbaur dengan rusa, sementara penunggangnya sudah hilang meraih dahan pohon rindang dan naik pohon bersembunyi. Pemburu dan senapan bisa dekat sekali kesasaran senja hari, kemudian menembak rusa dari tempat tersembunyi.
Adalagi cara berburu yang sangat menguntungkan dari sisi hasil buruan, mereka berangkat beramai-ramai kehutan yang banyak rusanya, disini rusa berkelompok-kelompok, mereka hanya menggunakan tali yang sudah dimanterai, kemudian digelar diantara ranting dan belukar hutan supaya kelihatan oleh kelompok rusa. Digelar memanjang dari dua sisi hutan dan mengarah ke tebing yang curam, setelah itu beres mereka beramai-ramai mengusir kelompok-kelompok rusa ketebing.
Yang mengherankan semua rusa tidak berani melompati atau mengolongi tali tadi, mereka akan terus berlari walau ketebing, para pejantan saling tanduk dengan pejantan lain, tapi tetap tidak berani melangkahi tali, sampai semua rusa jatuh kedalam tebing curam, dan dibawah sudah menunggu para tukang pukul yang akan memukuli rusa-rusa sampai mati.
Lha bawa dagingnya gimana pak, mereka membelah paha dada dan iganya, kemidian dipukuli pake batu, digarami dan dijemur. Oh seperti yang dijual ke proyek itu, pantesan dendengnya keras dan tebal.
Rabu, 30 Juli 2014
0215. SEBAIKNYA TEPAT SASARAN :
Masih cerita perburuan dari atas truk, karena para pekerja dari Dompu mau pada libur, sore hari mereka sudah bersih-bersih dan siap pulang , namun truk yang akan mengantar masih narik semen dari Bima dan belum kembali, ditunggu ternyata malam baru datang, pekerja yang sudah bersih terpaksa bantu nurunkan semen biar cepet selesai, kotor lagi daah.
Sekalian pulang saya membawa perlenkapan berburu, senjata, peluru koplamp shoklet, semuanya dalam kantong Bick kecuali senjata yang dari tadi siang sudah dibersihkan dilumasi dan dipasang teleskoop baru, sudah dicoba menembak sasaran ternyata sangat titis .
Hari sudah jam 8 malam dan rombongan mulai berangkat meninggalkan Doro Sambi, lepas tanjakan Doro Toi ada perladangan penduduk sebelah kanan jalan, dan segera disapu dengan sinar shoklet 500 whaat, ada kerdipan mata yang sudah dikenal, kepala truk diketok supaya berhenti. Dua titik sinar biru teduh dan lincah dengan tarian khas, seperti sepasang permata jambrut tapi sangat jauh kira-kira 200 meter.
Ini ukuran mata rusa besar karena jarak antar matanya agak jarang dan memang biasanya diareal ini rusanya besar dan berpasangan, tapi ini bukan jarak tembak optimal. Saya turun dg berbekal koplamp mengendap, mendekati arah sepasang mata tadi, ternyata rusa sudah kabur menjauh kedalam hutan.
Perburuan dilanjutkan, ditempat lain yang biasa ditemukan mata tidak ditemukan, ahirnya sampai dipinggiran kampung Sori Uttu, sebelah kanan ada lapangan sepak bola, disini banyak tertangkap mata-mata, semua mata binatang malam, kalau kena sinar lampu akan memantulkan cahaya yang ber-beda-beda dan merupakan identitas binatang malam, seperti punya katepe saja, termasuk burung hantu.
Ada yang berwarna merah ber-kedip-kedip ooh itu mata kuda, ada yang agak biru gelap dan gerakannya lambat, berkelompok, itu mata kerbau, ada yang biru besar gerakannya agak lambat dan mendatar, itu mata sapi.
Shoklet diarahkan kesebalah kiri ada bekas ladang kecil berpagar, alang-alangnya sudah tinggi disampingnya ada SD Impres, ada sepasang mata biru didalam kelebatan alang-alang kemudian naik keatas menengadah dan terlihat kepala rusa diantara ujug ilalang, kepala truk diketok dan berhenti stasioner.
Shoklet dimatikan diganti dg sinar koplamp, di-putar-putar dengan memutar kepala diatas popor senjata yang mulai diarahkan kemata rusa. Ternyata mata rusa dalam telescoop sangat kecil tapi sudah masuk dalam persinggungan tanda silang, tarik nafas dalaam paaak, bersamaan dengan dimatikannya mesin truk diesel. Kena, saya dapat merasakannya kena, kami serentak turun mengejar rusa yang lari masuk kedalam semak.
Karena bawa koplamp saya dimuka, kepala digoyang kekiri kekanan mencari rusa yang kabur, ada sesuatu yang nyeruduk dari dalam semak, membelah alang-alang dan masuk diselangkangan, saya terpental dan jatuh ditanah tapi senjata tetap dalam dekapan, sementara teman dibelakang berteriak melihat rusa berputar lagi masuk semak dan dikejar dengan golok, dengan sekali ayun rusapun rebah.
Apanya yang kena, sesuai prosedur badan rusapun ditelisik bak dokter forensic, oooi sedikit diatas mata kanan, rupanya bidikan telescoop sedikit meleset karena goyangan mesin diesel truk yang dimatikan mendadak. Pantesan rusa berputar didalam semak karena pusing dan menyeruduk selangkangan saya, untung rusa masih remaja, kalau bertanduk selanggkangan saya pasti terpanggang tanduknya. Allahu Akbar.
Catatan ; Hati-hari jaga selangkangan anda.
02143. HATI-HATI DG BETIS ANDA :
PADANG TERANG BULAN :
Senjata diarahkan mengikuti cahaya shoklet, titik putih dari fisir depan senjata sudah masuk dalam celah v fisir belakang dan lurus kepundak samping kiri babi, tahan nafas dan paaak.
Babi hutan tersungkur para pekerja berlarian mengejar, tak lama babi sudah diseret kebelakang truk, koplamp diarahkan kepundak babi, babi yang kelihatan dari atas ukuran sedang, ternyata besaaar taringnya sudah melingkar kebelakang.
Ada sedikit lubang masuk peluru dan keluar dibawah mata kanan berlumuran darah, tapi babi masih terus meronta dan rahangnya dibuka katupkan dengan keras, kraap.... kraap.... kraaap. Seorang pekerja mengambil batang kayu sebesar pergelangan kaki, dimasukan kedalam rahangnya kraaap.. batang kayu patah, naah kalau itu kaki kita alamak.
Catatan : Hati-hati dengan rahang babi hutan, jaga kaki kita tetap aman.
Babi hutan diangkat keatas truk, dan sekarang bagian lantai bak truk yang digasak sama taring babi hutan yang sedang sekarat, karena tidak ketemu rusa yang nyasar ahirnya kami kembali ke Doro Sambi, para pekerja orang Bali kedengaran sibuk sampai pagi dengan babi gulingnya, sementara saya tertidur pulas.
02142. UKURAN UNTUK DIGULING :
PADANG TERANG BULAN :
Truk dijalankan kembali melewati perkampungan Doro Sambi, pelabuhan Kempo kota kecamatan Kempo, lepas jalan lurus dengan batu koral jalan mentok dikaki bukit batu, mulai meliuk melereng bukit batu dan menanjak, sampai dipuncak sudah terbentang dataran padang alang-alang yang luaaaas dengan gerombol pepohonan disana sini.
Sinar bulan dilangit makin terang sehingga kalaupun ada kelompok rusa pasti akan lari menjauh sebelum kita sampai, beberapa kali memergoki babi hutan yang sedang makan tanaman diladang petani, tapi mereka juga segera lari menjauh.
Lepas simpang Sori Uttu padang alang-alangnya cukup tinggi dan lebat.
Sekarang posisi saya sudah duduk diatas kepala truk dengan koplamp diatas kepala, lampu shoklet ditangan kanan dan senapan didalam pangkuan. Babi hutan yang tadi berkerumun dijalanan berlarian masuk kepadang alang-alang. Dari atas truk kita dapat melihat dengan jelas gerombolan babi hutan buaaaanyak sekali, membuat bingung memilih sasaran yang mana mau ditembak.
"Itu pak itu yg ukurannya sedang buat diguling", tujuk pekerja orang Bali, shoklet diarahkan kepunggung, karena hanya punggung babi hutan yang kelihatan dari atas, berlarian kesegala arah bagaikan semut hitam diatas rambut cepak.
02141. JANGAN SALAH PROSEDUR :
PADANG TERANG BULAN :
Sebenarnya sekarang malam terang bulan tidak ada pemburu rusa yang pergi menembak, tapi ada pesanan dari pekerja orang Bali, mereka mau bikin babi guling hari minggu, mereka ikut naik truk, baru beberapa saat keluar dari barak kerja sebelum masuk kampung Doro Sambi, kap mobil diketuk , "ada babi hutan pak", truk berhenti mendadak, lampu shoklet dinyalakan namun karena diatas truk ribut sekali babi hutan keburu pergi masuk hutan.
Peluru yang sudah dikokang dan masuk ke hower, kembali dikeluarkan dengan menarik tuas kokang, peluru diambil, cabut magazen , masukan peluru tadi kedalam magazen, magazen dimasukan lagi ke hower dan tuas senjata dikokang lagi, kelaaar, senjata dalam poisisi kosong, laras diarahkan keatas kemudian pelatuk ditarik dan blaaaaar.
Senjata menyalak dan peluru menembus kap truk hanya beberapa inci dari tangan dan kepala para pekerja yang berderet dibelakang kepala truk.
Apa yang salah, pikiran mengurai ulang proses tadi, ternyata magazen peluru terlalu dalam saat dimasukan, sehingga peluru yang tadi dikeluarkan sesuai prosedur, ikut terdorong lagi masuk ke hower saat dikokang dan meledak ketika pelatuk ditarik.
Catatan : jangan salah prosedur dg senjata, bisa mencelakai orang dan masuk penjara.
02133. NGARA DORO :
IYO DAI LEONG. NGARA DORO :
Dari arah gunung dibalik teluk Saleh terlihat kelompok burung terbang tinggi melintas jalan keatas rawa sebelah kiri, makin dekat semakin rendah rupanya mau mendarat di-rawa-rawa, setelah senjata dikokang diarahkan mengikuti alur terbang kelompok burung itu. Ini penembakan tegak keatas langit, jadi fisir harus diarahkan beberapa inci didepan dada burung searah burung terbang, untuk mengantisipasi kecepatan terbang burung, paaak..
Burung masih tenang terbang melintas namun ada satu yang keluar dari kelompoknya, arahnya agak melengkung kebawah dan makin bawah, membentur pagar sawah dari pohon kedondong hutan. Segera mengejarnya, lumpur menahan kami sebelum sampai kepematang sawah berpagar, ternyata burung masuk kedalam genangan air, burung diterkam I Gde Jedreu, sopir, "airnya dalam pak", dia gelagapan kakinya tidak sampai didasar kolam kecil itu.
Setiap mau ditangkap burung segera menyelam lagi kedalam air, begitu ber-kali-kali sampai ahirnya tertangkap juga, rupanya burung tertembak disayapnya, dia tidak bisa terbang lagi, tapi kalau soal menyelam masih oke. I Gde Jedreu memeluk pematang sawah ter-engah-engah, tangan kirinya memegang leher burung belibis besaaaar, kayak mentok peliharaan tapi warnanya hijau mengkilap.
Ketika sampai di Dompu pak Illyas, guru honor bilang, "ini ngara doro", "iyo dai leong ngara doro" , sela si Hatta, dan setelah dibakar masak kecap, memang enak dan gurih sekali, lebih gurih dari burung belibis yg dua ekor tadi.
02132. BURUNG BELIBIS :
IYO DAI LEONG. NGARA DORO :
Pulang dari Doro Sambi sore hari, melewati pantai teluk Saleh, agak ketengah dari bibir pantai terlihat sekelompok burung belibis sedang berenang bergerombol. Kendaraan dihentikan turun mendekati bibir pantai, saya tidak bisa meng-endap-endap karena bibir pantai terbuka dengan hamparan pasir agak kekuningan dan lumpur, ahirnya berjalan perlahan agar burung belibis tidak curiga.
Sampai digundukan pasir berjongkok membidikan senjata, jarak tenbak kira-kira 30 m cukup bagus, tapi harus mengkalkulasi tarikan grafitasi bumi terhadap peluru yang ditembakan, pengaruhnya cukup besar dalam tembakan mendatar. Titik putih dari fisir depan telah masuk dalam celah v fisir belakang dan tepat didada burung Belibis, dengan mengangkat setengah inci fisir diatas dada burung belibis, tarik napas, tahaaaan, control fisir dan paaak.
Tidak ada reaksi dari kelompok burung belibis, rupanya suara salak senjata teredam oleh gemuruhnya ombak dipantai. Tunggu ada seekor burung belibis yang memisahkan diri dan hanyut kebibir pantai tempat saya berjongkok, rupanya tembakan pertama tadi mengenai sasaran.
Belibis tidak diambil, senjata dikokang lagi, membidik lagi, paaaak,... burung belibis curiga ada beberapa yang menengok temannya hanyut, senjata dikokang lagi pelaaaan, membidik lagi, week week wek.. wek wek, dan mereka terbang bersamaan kearah tengah laut, saya mengambil dua ekor burung belibis dan kembali ke jeep.
Pulang dari Doro Sambi sore hari, melewati pantai teluk Saleh, agak ketengah dari bibir pantai terlihat sekelompok burung belibis sedang berenang bergerombol. Kendaraan dihentikan turun mendekati bibir pantai, saya tidak bisa meng-endap-endap karena bibir pantai terbuka dengan hamparan pasir agak kekuningan dan lumpur, ahirnya berjalan perlahan agar burung belibis tidak curiga.
Sampai digundukan pasir berjongkok membidikan senjata, jarak tenbak kira-kira 30 m cukup bagus, tapi harus mengkalkulasi tarikan grafitasi bumi terhadap peluru yang ditembakan, pengaruhnya cukup besar dalam tembakan mendatar. Titik putih dari fisir depan telah masuk dalam celah v fisir belakang dan tepat didada burung Belibis, dengan mengangkat setengah inci fisir diatas dada burung belibis, tarik napas, tahaaaan, control fisir dan paaak.
Tidak ada reaksi dari kelompok burung belibis, rupanya suara salak senjata teredam oleh gemuruhnya ombak dipantai. Tunggu ada seekor burung belibis yang memisahkan diri dan hanyut kebibir pantai tempat saya berjongkok, rupanya tembakan pertama tadi mengenai sasaran.
Belibis tidak diambil, senjata dikokang lagi, membidik lagi, paaaak,... burung belibis curiga ada beberapa yang menengok temannya hanyut, senjata dikokang lagi pelaaaan, membidik lagi, week week wek.. wek wek, dan mereka terbang bersamaan kearah tengah laut, saya mengambil dua ekor burung belibis dan kembali ke jeep.
02131. SENJATA :
IYO DAI LEONG. NGARA DORO :
Wakil pemborong namanya pak Iwan alm, datang dari Jakarta membawa senjata Winchester merek Anshut buatan Germany caliber 5.4 mm, punya mertuanya pemilik perusahaan. Lengkap dengan pelurunya satu paket berisi 200 butir, koplamp dengan 5 batu battery dan shoklet DC 500 whatt.
Dlm perjalanan dari Sumbawa Besar ke Dompu langsung dicoba, waktu lewat daerah rawa pasang surut di Plampang banyak burung bangau dan belibis. Pak Iwan mencoba akurasi senjata, ternyata sangat bagus, waktu berhenti diwarung makan sudah bisa makan daging belibis dan bangau goreng, memang enak dan gurih.
Setelah sampai di Doro Sambi kami beristirahat, sementara pak Iwan kelihatan sedang memeriksa senjata, menyikat loopnya , meminyaki laras dan hower senjata, kemudian menyetelnya kembali. Saya mendekat dan melihat senjatanya, memang masih terawat bagus, coba mengangkatnya, cukup berat, membidiknya, ternyata kesulitan memasukkan titik putih di fisir depan dg celah v di fisir belakang.
Rupanya pipi saya terlalu tebal sehingga kedua fisir tidak mau segaris, karena dibagian belakang popor senjata ada bagian yang ditebalkan. Terpaksa harus memiringkan kepala, atau dengan menarik ujung popor kebawah dagu namun ujung popor menjadi tidak rapat kebahu. Jika senjata dengan daya tolak balik kuat ini berbahaya, tapi untuk senjata jenis cis caliber 5,4 mm cukup aman.
Pak Iwan alm menjelaskan prosedur mengisi dan mengosongkan senjata, menguncinya, diulang dan dicoba sampai dinilai lancar. Sejak hari itu senjata, peluru, koplamp dan shoklet tidak pernah tertinggal didalam jeep.
Wakil pemborong namanya pak Iwan alm, datang dari Jakarta membawa senjata Winchester merek Anshut buatan Germany caliber 5.4 mm, punya mertuanya pemilik perusahaan. Lengkap dengan pelurunya satu paket berisi 200 butir, koplamp dengan 5 batu battery dan shoklet DC 500 whatt.
Dlm perjalanan dari Sumbawa Besar ke Dompu langsung dicoba, waktu lewat daerah rawa pasang surut di Plampang banyak burung bangau dan belibis. Pak Iwan mencoba akurasi senjata, ternyata sangat bagus, waktu berhenti diwarung makan sudah bisa makan daging belibis dan bangau goreng, memang enak dan gurih.
Setelah sampai di Doro Sambi kami beristirahat, sementara pak Iwan kelihatan sedang memeriksa senjata, menyikat loopnya , meminyaki laras dan hower senjata, kemudian menyetelnya kembali. Saya mendekat dan melihat senjatanya, memang masih terawat bagus, coba mengangkatnya, cukup berat, membidiknya, ternyata kesulitan memasukkan titik putih di fisir depan dg celah v di fisir belakang.
Rupanya pipi saya terlalu tebal sehingga kedua fisir tidak mau segaris, karena dibagian belakang popor senjata ada bagian yang ditebalkan. Terpaksa harus memiringkan kepala, atau dengan menarik ujung popor kebawah dagu namun ujung popor menjadi tidak rapat kebahu. Jika senjata dengan daya tolak balik kuat ini berbahaya, tapi untuk senjata jenis cis caliber 5,4 mm cukup aman.
Pak Iwan alm menjelaskan prosedur mengisi dan mengosongkan senjata, menguncinya, diulang dan dicoba sampai dinilai lancar. Sejak hari itu senjata, peluru, koplamp dan shoklet tidak pernah tertinggal didalam jeep.
Minggu, 27 Juli 2014
02123. ANAK PENARI :
UTAH MAJUH DIBURU
LAKOH, IBUEE :
Saya pernah mencoba berburu pola menunggu rusa turun minum, di padang Sori Uttu sebelah dalam batang kayu besar, dari jam empat sore sampai magrib dengan bekal terompet. terompet-terompet rusa tak datang, malah kaki yang lecet terjepit dicabang pohon.
Pernah juga ketempat lain sesuai informasi dari orang kampung, katanya suka ada rusa turun minum, memang ketemu air tempat minumnya barangkali, tapi tidak bertemu rusanya, apa mungkin lagi sial.
Jadi menyesal tidak bisa cerita bagamana derasnya degupan jantung saat melihat rusa keluar dari semak belukar, melenggang-lenggok bak anak penari dipanggung HUT Kemerdekaan, menuju ke tempat air dan minum, karena tidak pernah menyaksikannya.
Walaupun begitu, setelah sering berburu, saya tidak berburu untuk dapat banyak rusa, saya akan pulang jika sudah dapat satu ekor rusa, walaupun kecil, bahkan walau tidak dapat seekor rusa sekalipun.
LAKOH, IBUEE :
Saya pernah mencoba berburu pola menunggu rusa turun minum, di padang Sori Uttu sebelah dalam batang kayu besar, dari jam empat sore sampai magrib dengan bekal terompet. terompet-terompet rusa tak datang, malah kaki yang lecet terjepit dicabang pohon.
Pernah juga ketempat lain sesuai informasi dari orang kampung, katanya suka ada rusa turun minum, memang ketemu air tempat minumnya barangkali, tapi tidak bertemu rusanya, apa mungkin lagi sial.
Jadi menyesal tidak bisa cerita bagamana derasnya degupan jantung saat melihat rusa keluar dari semak belukar, melenggang-lenggok bak anak penari dipanggung HUT Kemerdekaan, menuju ke tempat air dan minum, karena tidak pernah menyaksikannya.
Walaupun begitu, setelah sering berburu, saya tidak berburu untuk dapat banyak rusa, saya akan pulang jika sudah dapat satu ekor rusa, walaupun kecil, bahkan walau tidak dapat seekor rusa sekalipun.
02122. UTAH MAJUH :
UTAH MAJUH DIBURU
LAKOH, IBUEE :
Sekali berburu bisa dua-tiga ekor rusa didapat, bukan untuk dimakan semdiri, lha wong pak Dandim tinggal sendiri di Dompu, ibunya tinggal di Jawa. Rusa hasil buruan ahirnya lari kepasar, makanya dipasar Dompu selalu ada daging Majuh . Dari situ kendaraan umum bak terbuka jurusan Kempo Dompu dinamai "Majuh Kempo", artinya Rusa Kempo.
Anehnya daging rusa dipasar maupun yang dijunjung ibu-ibu ke rumah-rumah, tidak disebut daging rusa diburu pak Dandim atau ditembak senapan, selalu ditawarkan "Utah majuh diburu lakoh, ibuee", maksudnya daging rusa hasil buruan menggunakan anjing. Dipercaya dagingnya lebih enak, karena rusa mati kepayahan, semua darah sedang bersirkulasi dalam daging, sehingga dagingnya terasa manis.
Kalau mampir dibengkel pak Arab beliau tak mau berbagi cerita, dimana lokasi buruan yang banyak rusanya dan trik dia mamancing rusa agar mendekat, termasuk kepada supir saya yang sama2 orang arab, Karim, Fayad Karim, rupanya dia kunci rapat hanya utuk dia dan pak Dandim.
LAKOH, IBUEE :
Sekali berburu bisa dua-tiga ekor rusa didapat, bukan untuk dimakan semdiri, lha wong pak Dandim tinggal sendiri di Dompu, ibunya tinggal di Jawa. Rusa hasil buruan ahirnya lari kepasar, makanya dipasar Dompu selalu ada daging Majuh . Dari situ kendaraan umum bak terbuka jurusan Kempo Dompu dinamai "Majuh Kempo", artinya Rusa Kempo.
Anehnya daging rusa dipasar maupun yang dijunjung ibu-ibu ke rumah-rumah, tidak disebut daging rusa diburu pak Dandim atau ditembak senapan, selalu ditawarkan "Utah majuh diburu lakoh, ibuee", maksudnya daging rusa hasil buruan menggunakan anjing. Dipercaya dagingnya lebih enak, karena rusa mati kepayahan, semua darah sedang bersirkulasi dalam daging, sehingga dagingnya terasa manis.
Kalau mampir dibengkel pak Arab beliau tak mau berbagi cerita, dimana lokasi buruan yang banyak rusanya dan trik dia mamancing rusa agar mendekat, termasuk kepada supir saya yang sama2 orang arab, Karim, Fayad Karim, rupanya dia kunci rapat hanya utuk dia dan pak Dandim.
02121. PAWANG RUSA ;
UTAH MAJUH DIBURU
LAKOH, IBUEE :
Dlm perjalanan pulang dari "Doro Sambi" kadang berpapasan dengan kendaran pak Dandim, sekitar jam 4-5 sore, sering kali diturunan tebing batu yang sudah mengarah ke kawasan Dompu. Tapi yang disapa hanya supirnya orang arab, karena pak Dandim biasanya senderan dijok sambil tidur, beliau perlu menabung tidur selagi sempat.
Sopirnya pawang rusa, kalau nembak dengen pola menunggu rusa ditempat minumnya sore hari, dia pandai memanggil rusa pakai terompet, eiiik.......eiiik........., meniru suara anak rusa yang tersesat, kemudian indukan rusa datang mencari anaknya, ketemu pak Dandim dengan senjata Gereennya.
Kalau hari telah gelap turun dari pohon dan berburu dengan pola nyoklet dari atas jeep. dia juga mahir dalam memainkan lampu, sinar lampu dimainkan didepan kaki rusa sehingga rusa menjadi penasaran dan mengikuti sinar lampu, ahirnya rusa sampai juga kehadapan pak Dandim dengan senjata Gereen yang tadi.
LAKOH, IBUEE :
Dlm perjalanan pulang dari "Doro Sambi" kadang berpapasan dengan kendaran pak Dandim, sekitar jam 4-5 sore, sering kali diturunan tebing batu yang sudah mengarah ke kawasan Dompu. Tapi yang disapa hanya supirnya orang arab, karena pak Dandim biasanya senderan dijok sambil tidur, beliau perlu menabung tidur selagi sempat.
Sopirnya pawang rusa, kalau nembak dengen pola menunggu rusa ditempat minumnya sore hari, dia pandai memanggil rusa pakai terompet, eiiik.......eiiik........., meniru suara anak rusa yang tersesat, kemudian indukan rusa datang mencari anaknya, ketemu pak Dandim dengan senjata Gereennya.
Kalau hari telah gelap turun dari pohon dan berburu dengan pola nyoklet dari atas jeep. dia juga mahir dalam memainkan lampu, sinar lampu dimainkan didepan kaki rusa sehingga rusa menjadi penasaran dan mengikuti sinar lampu, ahirnya rusa sampai juga kehadapan pak Dandim dengan senjata Gereen yang tadi.
02113. DOOAAAR :
Dipadang "Sori Uttu" ini banyak kisah perburuan malam dengan rusa Sumbawa, dimulai kala datang kunjungan Kepala kantor telepon Dompu, diantar kepala PU yang menantunya dan anak perempuannya yang lagi hamil tua. Mengendarai jeep Toyota longsasis bak terbuka warna kuning PU, pulangnya lewat magrib dan saya ikut ke Dompu.
Dipadang Sori Uttu tepatnya 50 meter setelah simpang tiga, pak Kepala PU melihat mata , dia menghentikan mobilnya, meraih senjata LE dan turun, saya ikut dibelakang, meng-endap-endap dipadang alang-alang sambil menyalakan senter, mana rusanya pak..., sst.., dia merapatkan telunjuk kebibirnya dan saya diam.
Ternyata didepan mengambang kepala dan dada rusa dalam bayang kegelapan malam, badan saya gemetar terbayang daging enam puluh kilogram, ditengah padang rumput dalam gelap malam, tidak ada yang punya, sedang tegak berdiri didepan mata.
Doooooorr, suara senjata LE menyalak keras membelah kesunyian malam, serentak memburu kearah rusa tadi berdiri dicari dengan senter keliling, tidak ada rusa disana, juga disekitarnya.
Rupanya rusa lebih cekatan daripada pemburunya, padahal waktu posisi berhadapan tadi jaraknya tidak sampai sepuluh meter, malam itu pulang ke Dompu dengan tangan kosong.
02112. PADANG ALANG-ALANG SORI UTTU :
Dari sini jalanan berbatu melereng gunung batu yang masih ditutupi hutan lebat, tarus menanjak dan berliku banyak monyet bergentayangan didahan pohon yang menjulur keatas jalan, monyet muda dalam buayan memegang erat punggung induknya, kadang ada juga rusa yang kepergok menyeberang jalan mau turun minum kekali.
Sampai dipuncak terbentang pemandangan indah, dibelakang hamparan sawah, tambak dan rawa, sungai Rasanggaro yang berliku diselingi bukit kemudian terhampar laut selatan. Kedepan terbentang padang alang-alang yang luas dipagari bukit2 dan ditutup gunung Tambora disebelah kanan.
Turun dari puncak jalan melereng berliku sampai diujung hutan, ada jembatan dalam belokan, terlihat perladangan dan padang alang-alang, jalan tanah datar dan lurus sampai diperkampungan "Sori Uttu". Jalan terus lurus sampai persimpangan, simpang kekiri jurusan Sumbawa Besar yang lurus jurusan kecamatan Kempo.
02111. COLA-COLA :
Kota Dompu tahun 1972 jalan trans Sumbawa sebagian besar masih tanah berbatu dan dimusim hujan banyak sungai dadakan yang menerjang badan jalan, ada pula badan jalan yang berubah jadi sungai. Keluar kota Dompu disambut pesawahan irigasi peninggalan Belanda, di depan pasar Rasanggaro jalan aspal tinggal namanya, lebih tepat disebut jalan tanah ada bekas aspalnya.
Jembatan sungai Rasanggaro masih asli peninggalan Belanda, bantalan papan kayu jati ditutup lapisan stenslaag dan aspal yang sudah terkelupas, tiang tengahnya dari besi bulat galfanish dengan trekstang baja, dua tumpuan. Leanengnya dari besi siku dibawahnya penutup seng BWG-28 dikiri kanan, sepanjang pinggir jembatan menutupi kayu bantalan dari hujan.
Jembatan seperti ini masih banyak ditemukan dijalan raya tras Sumatera jalur tengah, konstruksinya lebih panjang-panjang, sehingga bisa terdiri dari delapan tumpuan, karena sungai di Sumatera lebih lebar dan besar.
Ada jalan simpang kekanan ke pesanggrahan Raba Baka, tempat istirahat ada bendungan air untuk irigasi dan kolam renang, tapi airnya tidak bening. Lepas kampung sdah jalan tanah masuk keteduhan hutan jati tempat truk angkutan umum "Majuh Kempo" beristirahat sambil menarik ongkos. Begitu kendaraan berhenti, para penumpang serentak berucap "tanggal satu", maksudnya waktunya gajian supir, "cola-cola".
Awak truk sengaja menghentikan kendaraan jauh dari kota tujuan, semua penumpang diturunkan dan hanya boleh naik lagi keatas bak truk terbuka setelah membayar ongkos "cola-cola" (bayar-bayar), ada resiko bagi penumpang gelap mereka disuruh jalan kaki kekota yang jaraknya masih enam kilo meter.
Makanya begitu truk berhenti semua penumpang berteriak "tanggal satu", karena proses ini bisa makan waktu satu jam lebih, jadi sekitar ungkapan kekesalan atau ancaman, entah yang mana.
02102. PEMBURU AMATIR :
DI tahun 1972 saya bekerja di bukit Doro Sambi, tiap hari pulang pergi dari kota Dompu ke Kempo.
Dipagi hari dijalan tanjakan berbatu hutan jati, sering berpapasan dengen rusa yang turun minum, di sore dan malam hari sering melihat mata-mata rusa yang menari-nari kena sinar lampu mobil.
Rasanya tidak terlalu meng-ada-ada kalau pulang kerja sekalian menunggu malam.
Ketika sampai dipadang rumput "Sori Uttu" melihat mata rusa yg me-nari-nari, mencari rejeki, bismilahirachman nirachim, ..........maaf dooor.
Aaaah, meleset.
02101. PROFESI MANUSIA :
Asalammualaikum warachmatuLLahi wabarakatuh,
Jaman dahulu kala, profesi manusia belum banyak, karena hidup dipesisir jadilah dia juru mudi dan pamayang (nelayan), yang hidup di tanah yang subur jadilah dia petani.
Yang hidup dekat kali dan lubuk jadilah dia Palika (penyelam), yang hidup di padang sabana jadilah dia pangagon (penggembala), yang hidup disisi hutan jadilah dia penebang kayu dan paninggaran (pemburu).
Mereka hidup tentram dan berkecukupan, dan mendapat tempat yg terhormat sesuai peran masing-masing, sampai suatu massa, habitat ikan dan terumbu karang laut rusak binasa, hutan-hutan gundul dan binatang buruan punah.
Itu masalah manusianya, bukan profesinya, karena profesi pada dasarnya seteril dan nyaris terhormat, pada jaman raja-raja banyak "paninggaran" yg menjadi senapati dan petinggi, karena pengabdiannya.
Karena perburuan juga adalah salah satu dari kegemaran raja-raja, malah masih ada lagunya.
Langganan:
Postingan (Atom)