Jumat, 10 Oktober 2014
02196. MABUK DAGING.
Makan sate sambil cerita ngalor ngidul tak terasa malam sudah menjelang pagi, perut kenyang makan sate daging rusa saja ahirnya masuk bilik kerja dan tudur, besok hari minggu.
Ada terdengar orang ribut, terbangun tapi kepala terasa beraaat, tidur lagi. Terbangun lagi hari sdh sore, tapi kepala berat dan sakiiit sekali, tidur lagi, baru bisa bangun senin pagi harinya, itupun masih sempoyongan.
Dari kamar sebelah juga rupanya baru pd bangun dan sempoyongan juga, kenapa kepala kita yaah, iyah sakit sekali, kaya orang mabuk, iya mabuk daging yah, kok kayak begini.
Catatan : Jika anda makan daging rusa hasil buruan sebaiknya secukupnya saja, sisanya utk di dendeng dan jika sdh kering disimpan utk dibawa pulang ke Bandung, itu kalau masih ada lahan perburuannya dan rusa buruannya.
02195. SATE RUSA BUMBU KECAP.
Orang yg terlanjur terbangun dari tidurnya tdk dpt tidur lagi krn harus menguliti rusa, bagian daging paha dan punggung atas dan dlm dipotong kecil2, dikasihgaram dan kecap, ditusuk dan dibakar diatas bara api yg sdh menunggu dari tadi.
Mateng sebagian sate daging rusa langsung dimakan dg sambal kecap, memang enak sekali, dagingnya empuk dan manis. Tekturnya seperti daging sapi tapi lebih lembut dan harum, habis…… nusuk lagi, ……..bakar lagi, sambal kecap……… lagi.
Malam2 dibawah pohon rindang bulan temaram menerangi celah2 dahan pohon Sambi, sinarnya menerpa badan rusa besar yg tergantung, berguncang dikuliti para pekerja. Beberapa orang mengerumuni api unggun manggut2 memakan sesuatu, entah romantis atau malah ironis ini.
02194. RAJA TANPA MAHKOTA.
Sampai di Doro Sambi sdh jam 2 malam, mereka kaget bangun mendengar kendaraan balik lagi, "eee…maju nae kama, besar sekali bapak, ini saya rasa cabang enam bapak". Memang rusa besar, tapi karena tanduknya sdg tanggal kita tdk tahu rusa bertanduk cabang berapa.
Jumlah cabang dari tanduk rusa jantan menentukan kedudukan dlm hirarkhi populasi, dimulai waktu rusa jantan mulai keluar tanduk, 2 runcing disebut cabang 2 krn kiri-kanan, setahun kemudian akan tanggal, kemudian tumbuh tanduk baru bercabang 4, disebut cabang 4, setahun kemudian tanggal, tumbuh lagi tanduk baru cabang 3 sebelahnya, disebut cabang 6. dan seterusnya.
Rusa besar yg tergantung didahan pohon kayu Sambi, badannya seukuran cabang 6 itu, tdk bertanduk, kina sebut dia Raja tanpa mahkota.
02193. ADA BAN SEREP.
Saya lambaikan koplamp isyarat memanggil supir, ternyata rusa besar, tdk bergerak diangkat berdua, kasih maju itu mobil, saya memberikan intruksi, setelah posisi rusa dibelakang mobil dicoba lagi utk diangkat, tdk kuat. Turunkan ban serep, badan rusa dinaikan diatas ban serep, bagian kepalanya masih ditanah.
Oohh…. pantes rusa besaar tdk dpt mendaki keatas tebing waktu didekati, rupanya kaki depan kanannya patah kena terjang peluru, entah peluru yg mana, ini namanya rejeki. Sekarang kepala rusa bisa dinaikan kelantai mobil, dg susah payah, tapi badannya nasih tertinggal di ban serep.
Badan rusa diangkat dari ban serep ke lantai mobil, aah ……..berat sekali, ban serep masih tertinggal, dan naik terahir.
Mau melanjutkan perjalanan ke Dompu disana tdk ada orang yg mengurus rusa, isteri saya sdh dipulangkan ke Bandung, saya tinggal bujangan dirumah. Mobil diputar arah balik ke Doro Sambi, disana banyak orang kerja yg bisa ngurus daging rusa.
02192. PELURU SISA.
Ahirnya nyoklet dilanjutkan dg koplamp sinarnya redup dan merah, namun di-sela2 pohon ada mata berkelit dan lari, jln meliuk memasuki jembatan sungai kering. Keluar dari jembatan, rusa besaar sdg menengadah baru naik dari semak diatas selokan menuju jln terpotong sinar lampu mobil.
Jantung berdegup kencang bahkan tangan ikut gemetar, rusa gesit berbalik dan lari menyusur jalan, secara reflex saya kokang senjata dipinggang dan melepas tembakan tanpa membidik ke badan rusa, sekenanya. Kendaraan berhenti, rusa menyeberang jln, saya sempat lepas tembakan sekali lagi, turun dari mobil dan mengejarnya.
Rusa mau naik keatas tebing tapi terlalu curam, saya lepas tembakan lagi dari dekat, rusa masih berusaha lari tapi sesuatu menahannya, ahirnya rusa terduduk dlm semak dipinggir jln, saya dekati. Rusa sdh tdk dpt bangun tapi masih liar, saya kokang senjata, ditempel dibelakang telinganya, paak, badan rusa tersentak dan terkulai.
02191. RAJA TANPA MAHKOTA :
02191. LAMPU SISA :
Malam terang bulan tdk ada pemburu menembak, karena pulang malam dan disaku masih ada 5 butir peluru ya sekalian nyoklet atau nyoklet sekalian pulang. Sepanjang daerah perburuan sdh habis dishoklet, tapi tdk menemukan mata.
Dlm kondisi terang bulan kemungkinan binatang malam dan rusa bisa melihat pemburu dg shokletnya, mereka lari menjauh sebelum sinar shoklet sampai kemata mereka.
Padang Sori Uttu biasanya jadi ladang perburuan terahir dan sdh menaikan rusa keatas kendaraan, jadi dari situ tinggal terus pulang. Krn tdk menemukan mata nyoklet diteruskan lewat kampung Sori Uttu, dibawah rumah panggung terlihat babi hutan sdg menggaruk cacing, biar saja.
Dipinggir hutan jln agak mendaki, aaah,………. Shokletnya tekooor, "dinamo chass nya tekooor pak, amperenya ngebuang", sambut supir dari bawah, kita hanya berdua, ya…ya cabut saja choknya.
0218. SENJATA MACET.
Masih cerita berburu dimalam terang bulan, karena dpt kabar mau datang tamu, saya mencoba cari peruntungan siapa tahu ada rusa nyasar buat besok nyate rame2. Lepas simpang Sori Utu belok kanan jln kearah Sumbawa Besar, sepanjang kiri kanan jln berpagar rapat krn banyak perladangan.
Ada babi hutan sedang menggaruk tanaman padi petani yg baru pd tumbuh, krn jaraknya cocok, senjata dg telescoop dibidikan, dg cahaya terang dari lampu shoklet, badan babi hutan masuk dlm bayangan telescoop, tanda silang tepat dibelakang pelipis kanan babi hutan, tarik napaaas, dan praak, babi hutan terjungkal, terima kasih bapa, sela pak kebun.
Sampai di awal pendakian bukit batu ada jembatan tdk menemukan rusa, ahirnya berbalik arah keawal datang tadi. Di semak2 pinggir jln ada babi hutan lagi sdg menggaruk tanah di kiri jln, jeep berhenti. Saya lepas tembakan tapi babi hutan masih berlari ke sebelah kanan jln, semaknya lebih tinggi.
Waktu dikokang lagi senjata ternyata macet, handle kokang senjata tdk mau maju dan tdk mau mundur. Turun dari kap mobil dan menurunkan senjata didepan lampu besar mobil, maksudnya biar keliatan apanya yg macet, ternyata selongsong peluru nyangkut dlm celah lubang peluru, rupanya waktu selongsong mental keatas tertahan batang telescoop dan jatuh lagi kedalam lubang peluru.
Saya sempat melirik kearah babi hutan tadi, dia sedang maju mundur dg mata yg merah, saya perhatikan, aah…. dia mau nyeruduk, saya lompat keatas kap mesin mobil dan babi hutan langsung menyeruduk kekolong mabil.
Mobil dilarikan dan saya ter-guncang2 diatas kap mesin, pelan2 bisa merayap memegang kaca sepion dan duduk diatas kanvas lagi.
Catatan : Jangan turun dari mobil jika babi hutan buruan tdk punya jln alternative utk melarikan diri.
Ini kali ke2 dpt kesulitan berburu malam menggunakan telescoop, sejak itu saya tdk lagi berburu malam menggunakan telescoop kovensional, sekarang sdh banyak telescoop infra reed, tentu lebih nyaman.
Langganan:
Postingan (Atom)