IYO DAI LEONG. NGARA DORO :
Pulang dari Doro Sambi sore hari, melewati pantai teluk Saleh, agak ketengah dari bibir pantai terlihat sekelompok burung belibis sedang berenang bergerombol. Kendaraan dihentikan turun mendekati bibir pantai, saya tidak bisa meng-endap-endap karena bibir pantai terbuka dengan hamparan pasir agak kekuningan dan lumpur, ahirnya berjalan perlahan agar burung belibis tidak curiga.
Sampai digundukan pasir berjongkok membidikan senjata, jarak tenbak kira-kira 30 m cukup bagus, tapi harus mengkalkulasi tarikan grafitasi bumi terhadap peluru yang ditembakan, pengaruhnya cukup besar dalam tembakan mendatar. Titik putih dari fisir depan telah masuk dalam celah v fisir belakang dan tepat didada burung Belibis, dengan mengangkat setengah inci fisir diatas dada burung belibis, tarik napas, tahaaaan, control fisir dan paaak.
Tidak ada reaksi dari kelompok burung belibis, rupanya suara salak senjata teredam oleh gemuruhnya ombak dipantai. Tunggu ada seekor burung belibis yang memisahkan diri dan hanyut kebibir pantai tempat saya berjongkok, rupanya tembakan pertama tadi mengenai sasaran.
Belibis tidak diambil, senjata dikokang lagi, membidik lagi, paaaak,... burung belibis curiga ada beberapa yang menengok temannya hanyut, senjata dikokang lagi pelaaaan, membidik lagi, week week wek.. wek wek, dan mereka terbang bersamaan kearah tengah laut, saya mengambil dua ekor burung belibis dan kembali ke jeep.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar